Terapi Autis Dirumah

Terapi Autis Dirumah – Bagi orang tua penderita anak autis, ada beberapa hal yang perlu diketahui, dipahami, dan dilakukan bahwa anak autis tidak gila dan tidak kerasukan setan. Pada beberapa studi menunjukkan bahwa anak autis juga alergi terhadap makanan tertentu.

Autis Pada Anak

Penderita autis umumnya mengalami masalah pencernaan, terutama makanan yang mengandung casein (protein susu) dan gluten (protein tepung). Karena kedua jenis protein tersebut sulit dicerna maka akan menimbulkan gangguan fungsi otak apabila mengonsumsi kedua jenis protein ini. Sehingga perilaku penderita autis akan lebih hiperaktif.

Anak autis, sambungnya, memerlukan vitamin C sebagai antioksidan. Adapun sumber terbaik yang dapat diberikan pada anak dengan kasus ini adalah berasal dari sayuran dan buah-buahan.

Terapi Autis Dirumah

Terapi Autis Dirumah

Namun, sebaiknya Terapi Autis Dirumah dengan memilih sayuran dan buah-buahan yang tidak mengandung pengawet. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara secara medis dan teratur. Penderita autis sebagian dapat sembuh dengan beberapa kondisi, yaitu apabila di tangani dan diterapi sejak dini, masih dalam spektrum ringan. Kasih sayang serta kesabaran ekstra merupakan pendekatan yang harus dilakukan dalam pendidikan anak autis.

Terapi Anak Autis dirumah

Orangtua dianjurkan tahu keunggulan anaknya melalui konsep multiple intellegence bahwa kecerdasan bisa beragam. Ada kecerdasan matematis, kinetik, matematis, dan verbal.  Setiap anak autis memiliki ciri anak autis khusus dalam kuantitas dan kualitas yang berbeda. Dibalik kekurangan, tuhan pasti memberikan keunggulan. Sebagian individu autis memiliki kemampuan luar biasa tanpa melalui proses belajar yang disebut savant, seperti mampu menghafal kamus ensiklopedia secara rinci.
Sayangnya para orangtua cenderung menekankan kekurangan (defisit) anak, bukan menggali atau mengembangkan potensi. Padahal, pengembangan potensi dapat digunakan sebagai kompensasi dari defisit yang ada . Karena itu, cara terbaik Terapi Autis Dirumah untuk memahami mereka adalah dengan berusaha mengenali mereka tanpa prasangka tertentu, apalagi membandingkan mereka dengan individu normal.

Penanganan anak autis dapat dilakukan melalui pendekatan terapi dengan memaksimalkan potensi dasar anak melalui peran orangtua dan pendidikan yan bersifat mult disiplin. Pendidikan ini mencakup pendidikan khusus, intervensi tingkah laku dan terapi yang bersifat spesifik. Tujuannya adalah untuk memperbaiki sosialisasi, meningkatkan keterampilan mandiri, meningkatkan kemampuan komunikasi verbal maupun nonverbal. Dalam intervensi tingkah laku mencakup upaya meningkatakan tingah laku positif dan kontak mata. Jadi dukungan keluarga juga sangat diperlukan.

Dari berbagai jenis terapi yang tersedia, orangtua dianjurkan untuk memilih terapi yang dapat meningkatkan fungsionalitas anak dan mengurangi gangguan serta hambatan autisme. Terapi harus disesuaikan dengan kebutuhan anak, berdasarkan potensi, kekurangan, dan minat anak tersebut.

Tidak ada jaminan apakah terapi yang dipilih oleh orangtua maupun keluarga sungguh-sungguh berjalan efektif . Namun demikian, tentukan salah satu jenis terapi dan lakukan secara konsisten, bila tidak ada perubahan atau kemajuan yang nyata dalam tiga bulan anda dapat melakukan perubahan terapi. Bimbingan dan arahan yang diberikan harus dilaksanakan oleh orang tua secara konsisten. Terapi harus dilakukan terus menerus walaupun tingkat perkembangan perbaikan kondisi anak dirasa tidak ada. Meskipun psikofarmakologis bukanlah terapi utama, terapi ini berguna untuk gejala tertentu seperti kondisi hiperaktif dan mau menyakiti diri sendiri.

Terapi autis dirumah yang dilakukan adalah :

  1. Memberikan suatu permainan pada an ak
    Pemikiran anak harus diasah. Mereka bisa diajak untuk bermain dan juga untuk melakukan berbagai hal yang sifatnya positif. Salah satu hal iyang bisa dilakukan adalah misalnya dengan mengajak  mereka bermain puzzle. Mereka akan bisa terpadu untuk bisa menyelesaikan suatu masalah dengan lebih baik dan pasti saja pemikiran mereka semakin lama akan semakin cerdas seiring dengan berjalannya waktu.
  2. Mengenalkan anak pada dunia luar
    Anak autis kebanyakan akan menyendiri dan menjadi lebih pemalu. Jangan biarkan hal ini terjadi, mulailah kenalkan anak pada dunia luar sejak mereka dini. Ajaklah anak Anda untuk pergi ke taman bermain, berikan ia semangat untuk pergi kese kolah dan sebaiknya berikan suatu dorongan yang tidak positif.
  3. Membacakan suatu ceritaA
    Mengenai kosa kata, maka akan akan lebih baik lagi jika Anda membacakan suatu cerita, teknik membacanya dan berbicaranya akan menjadi semakin meningkat. Namun Anda lebih baik mencontohnya terlebih dahulu cara membacakan cerita pada anak dengan terus menerus dengan tujuan untuk memberikan suatu pemahaman pada mereka tentang cara yang baik dalam hal berkomunikasi.
  4. Selalu menunjukkan mengenai metode dari cara bekerja yang efektif
    Anak autis biasanya agak sulit jika diajak bekerja sama secara efektif. Mereka juga biasanya belum bisa mengorganisirr sesuatu yang seperti yang anak normal lakukan. Anda bisa mengarahkannya untuk bisa melakukan cara tersebut. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan suatu contoh bagaimana sistem kerja lebih efektif dengan lebih terus menerus. Dan anak pada akhirnya akan terbiasa untuk memperhatikan Anda dan akan berusaha melakukan apa yang Anda lakukan.

Terapi makanan untuk penderita anak autis adalah hingga saat ini memang masih belum diketahui obat atau diet khusus yang bisa membantu perbaikan dari struktur otak atau juga dari jaringan saraf yang lebih mendasaru untuk gangguan autis. Namun, tidak ada salahnya Anda mengonsumsi Vitamin otak Vitabrain. Untuk informasi lebih lanjut klik VITABRAIN

Terapi Autis Dirumah


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Vitamin Otak, Bagus Untuk Perkembangan Anak Autis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Terapi Autis and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *