Pencegahan Autis Sejak Usia Bayi

Pencegahan Autis Sejak Usia Bayi – Setelah memasuki usia bayi terdapat beberapa faktor resiko yang harus diwaspadai dan dilakukan upaya pencegahannya. Bila perlu lakukan terapi dan intervensi sejak dini ketika sudah mulai dicurigai terdapat gejala atau tanda gangguan perkembangan.

Pencegahan Autis Sejak Usia Bayi

Pencegahan Autis Sejak Usia Bayi

Penyebab Autis Anak

Langkah awal adalah mengamati gangguan saluran cerna pada bayi sejak lahir. Gangguan tersebut meliputi sering muntah, tidak buang air besar setiap hari, terlalu sering buang air besar (lebih dari 3 kali setiap hari), sulit buang air besar, sering kembung, rewel setiap malam hari (kolik), hiccup (cegukan) berlebihan dan sering buang angin.

Bila terdapat keluhan tersebut maka penyebab autis  yang paling sering adalah alergi makanan dan intoleransi makanan. Jalan terbaik mengatasi gangguan tersebut bukan dengan obat tetapi dengan mencari dan menghindari makanan penyebab keluhan tersebut. Gangguan saluran cerna yang berkepanjangan akan dapat mengganggu fungsi otak yang akhirnya mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak.

Bila terdapat kesulitan kenaikan berat badan, harus diwaspadai. Pemberian vitamin nafsu makan bukan jalan terbaik dalam mengobati penderita, tetapi harus dicari penyebabnya. Bila terdapat kelainan bawaan, misalnya kelainan jantung bawaan, kelainan genetik, kelainan metabolik, maka harus dilakukan perawatan oleh dokter ahli. Harus diamati tanda dan ciri anak autis secara cermat sejak dini.

Demikian pula bila terjadi gangguan neurologi atau syaraf seperti trauma kepala, kejang (bukan kejang demam sederhana) atau gangguan kelemahan otot, maka kita harus lebih cermat mendeteksi secara dini gangguan perkembangan.

Pada bayi prematur, bayi dengan riwayat sakit kuning tinggi (hiperbilirubinemi), dan bayi yang pernah terkena infeksi berat, maka pemberian antibiotik tertentu saat usia bayi harus diamati tumbuh kembangnya secara rutin dan cermat, terutama gangguan perkembangan dan perilaku pada anak.

Bila didapatkan penyimpangan gangguan perkembangan khususnya yang mengarah pada gangguan perkembangan dan perilaku, maka sebaiknya Pencegahan Autis Sejak Usia Bayi dengan dilakukannya konsultasi sejak dini kepada ahlinya untuk menentukan diagnosis dan intervensi sejak dini.

Sedangkan untuk bayi dengan gangguan pencernaan yang disertai gejala alergi atau terdapat riwayat alergi pada orangtua, sebaiknya Pencegahan Autis Sejak Usia Bayi tunda memberi makanan yang beresiko alergi hingga usia di atas 2 atau 3 tahun. Makanan yang harus ditunda adalah telur, ikan laut, kacang tanah, buah-buahan tertentu, keju, dan sebagainya.

Bayi yang mengalami gangguan pencernaan sebaiknya juga harus menghindari monosodium glutamat (MSG), amines, tartarzine (zat warna makanan). Bila gangguan pencernaan dicurigai sebagai tanda-tanda seliak atau intoleransi casein dan gluten, maka diet harus bebas casein dan gluten. Ciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang baik secara kualitas maupun kuantitas, hindari rasa permusuhan, pertentangan, emosi dan kekerasan.

Bila faktor resiko tersebut pada periode kehamilan atau persalinan maka harus lebih waspada. Menurut beberapa penelitian, resiko tersebut akan semakin besar kemungkinan terjadi autis. Selanjutnya kita harus mengamati secara cermat tanda dan gejala autis sejak usia 0 bulan.

Bila didapatkan gejala autis pada usia dini, jika perlu dilakukan intervensi sejak dini dalam hal pencegahan dan pengobatan. Lebih dini dilakukan intervensi, kejadian autis dapat dicegah atau paling tidak meminimalkan keluhan yang akan timbul. Bila resiko itu sudah tampak pada usia bayi, maka kondisi tersebut harus diminimalkan bahkan jika perlu dihilangkan. Misal kegagalan kenaikan berat badan harus betul-betul dicari penyebabnya, namun pemberian vitamin bukan jalan terbaik untuk mencari penyebab kelainan tersebut.

Demikian pula jika terdapat gangguan alergi makanan yang gangguan pencernaan pada bayi, harus segera dicari penyebabnya. Yang paling sering adalah karena alergi makanan atau intoleransi makan, penyebabnya jenis makanan tertentu termasuk susu bayi. Pencegahan Autis Sejak Usia Bayi Pemberian obat-obatan bukan cara terbaik untuk mencari penyebab gangguan alergi atau gangguan pencernaan tersebut. Yang paling ideal adalah kita harus menghindari makanan penyebab gangguan tersebut tanpa bantuan obat-obatan. Obat-obatan dapat diberikan sementara bila keluhan yang terjadi cukup berat, bukan untuk selamanya.

Selain dengan melakukan pencegahan anak autis sejak bayi, jika anak Anda sudah terlanjur menderita autisme maka hal yang harus Anda lakukan adalah pengobatan. Pengobatan autis bisa dilakukan dengan terapi autis. Terapi autis biasanya meliputi seperti terapi biomedik, terapi okupasi, terapi integrasi sensoris, terapi bermain, terapi perilaku, dan terapi fisik, terapi wicara, terapi musik, terapi perkembangan, terapi visual, terapi medikamentosa, dan terapi makanan.

Jenis Terapi Autis

  1. Terapi autis lewat makanan maksudnya adalah terapi pemberian jenis makanan pada anak-anak yang mempunyai masalah dengan alergi makanan tertentu. Pada sisi lainnya, beberapa jenis makanan dengan kandungan akan membuat gejala anak autis menjadi semakin berat.
  2. Terapi medikamentosa adalah terapi pemberia jenis obat-obatan tertentu berdasarkan resep dokter.
  3. Terapi visual adalah melakukan terpai untuk membuat anak bisa belajar dengan mudah dengan cara atau teknik melihat.
  4. Terapi perkembangan dilakukan berdasarkan dari adanya suatu kondisi bahwa anak autis biasanya melewatkan kemampuan dalam hal melakukan interaksi sosial.
  5. Terapi musik yang dilakukan adalah untuk mmebantu integrasi fisik, psikis, dan emosi anak serta dalam hal penanganan suatu penyakit atau ketidakmampuan anak autis dengan musik.
  6. Terapi wicara mengatasi masalah kesulitan bicara pada anak.
  7. Terapi fisik mengembangkan motorik kasarnya.
  8. Terapi perilaku untuk membuat anak berperilaku sesuai hal yang benar.
  9. Terapi bermain untuk membuat anak menyeselaikan masalah psikososial dan bisa mencapai pertumbuhan serta perkembangan dengan lebih optimal.
  10. Terapi integrasi sensoris untuk membantu kematangan dari susunan saraf pusat.
  11. Terapi okupasi untuk melatih otot halus anak.
  12. Terapi biomedik. Terapi autis ini bertujuan untuk membersihkan fungsi yang tidak normal pada otak anak.

Pencegahan Autis Sejak Usia Bayi


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Vitamin Otak, Bagus Untuk Perkembangan Anak Autis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Terapi Autis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *