Pencegahan Anak Autis Sejak Persalinan

Pencegahan Anak Autis Sejak Persalinan – Persalinan adalah periode yang paling menentukan dalam kehidupan bayi selanjutnya. Beberapa komplikasi yang timbul selama periode ini sangat menentukan kondisi bayi yang akan dilahirkan. Bila terjadi gangguan dalam persalinan, yang paling berbahaya adalah hambatan aliran darah dan oksigen ke seluruh organ tubuh bayi termasuk otak. Organ otak adalah organ yang paling sensitif dan peka terhadap gangguan ini. Jika otak terganggu maka akan sangat mempengaruhi kualitas hidup anak begitu juga dalam perkembangan dan perilaku anak nanti.

Pencegahan Anak Autis Sejak Persalinan

Pencegahan Anak Autis Sejak Persalinan

Pencegahan Anak Autis Sejak Persalinan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, untuk melakukan Pencegahan Anak Autis Sejak Persalinan dan meminimalisasi terjadinya gangguan perkembangan dan perilaku anak :

  • Melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan tentang rencana persalinan
  • Dapatkan informasi secara jelas dan lengkap tentang resiko yang bisa terjadi selama persalinan
  • Bila terdapat resiko dalam persalinan harus diantisipasi sebelumnya, baik bantuan dokter spesialis anak saat persalinan atau sarana perawatan NICU (Neonatologi Intensive Care Unit) bila dibutuhkan.

Bila terdapat faktor resiko persalinan seperti pemotongan tali pusat terlalu cepat, asfiksia pada bayi baru lahir (bayi tidak menangis atau nilai apgar score rendah < 6), komplikasi selama persalinan, persalinan lama, letak posisi/presentasi bayi saat lahir tidak normal, berat lahir rendah (<2500 gram), maka sebaiknya dilakukan pemantauan perkembangan secara cermat sejak usia dini.

Pengobatan Penderita Autis

Autis ringan jarang terdiagnosis atau bahkan bisa mendapatkan diagnosis yang salah. Hal ini tentu sangat merugikan si anak, karena kemajuannya sangat bergantung pada deteksi dini yang tepat. Dengan deteksi yang tepat dan terpadu, gejala-gejala autis bisa dikurangi semaksimal mungkin. Bahkan bila anak penderita autis mempunyai kecerdasan normal, tidak tertutup kemungkinan ia bisa mencapai jenjang pendidikan tinggi.

Harapan bagi kesembuhan penderita autis yang telah terdeteksi sejak dini tergantung pada penanganan autis. Karena gangguan yang dialami anak autis begitu luas, mencakup gangguan dalam komunikasi verbal dan nonverbal serta terganggu dalam interaksi sosial dan kontrol emosi, maka terapi autis yang dilakukan juga terapi multidisipliner. Dengan kata lain, terapi bagi penyandang autis harus terpadu, mulai dari terapi autis pemberian obat, terapi autis bicara, terapi autis perilaku, pendidikan khusus, dan bila perlu terapi autis okupasi.

Tindakan pencegahan anak autis sejak persalinan yang paling utama adalah dengan cara menghindari adanya suatu resiko dari terjadinya suatu masalah atau gangguan di dalam organ tubuh kita. Banyak gangguan yang bisa dilakukan pencegahan anak autis sejak persalinan dengan cara yang baik, akibat dari faktor etiologi dan juga akibat dari faktor resiko yang suda diketahui dengan lebih jelasnya. Selain itu, berbeda dengan kelainan pada anak autis, karena suatu teori penyebab autis dan juga faktor resiko yang masih belum diketahui secara jelas maka teknik atau strategi pencegahan anak autis sejak persalinan mungkin tidak bisa dilakukan dengan lebih maksimal dan optimal. Dalam suatu keadaan yang seperti ini upaya untuk mencegah biasanya mempunyai tujuan hanya untuk agar gangguan pada perilaku yang muncul pada anak tidak akan menjadi semakin parah bukan untuk mencegah bagaimana agar autis tidak datang. Usaha pencegahan anak autis sejak persalinan ini dilihat berdasarkan dari teori penyebab atau juga suatu penelitian dari faktor resiko anak autis.

Faktor Resiko Anak Autis

Pencegahan anak autis sejak persalinan yang harus diperhatikan adalah jika ada suatu resiko dalam persalinan yang harus diantisipasi jika memang terjadi sesuatu hal. Entah dalam hal bantuan dokter spesialis saat proses persalinan berlangsung atau juga sarana perawatan NICU yang dibutuhkan.

Jika ada suatu faktor resiko persalinan misalnya adalah :

  1. Pemotongan dari tali pusat yang terlalu cepat
  2. Asfiksia yang terjadi pada bayi yang baru lahir misalnya adalah bayi tidak menangis atau nilai dari APGAR SCORE yang rendah kurang dari enam
  3. Komplikasi yang terjadi selama proses persalinan sedang berlangsung
  4. Persalinan yang lama
  5. Letak dari presentasi bayi saat sedang lahir tidak normal
  6. Berat badan bayi yang rendah kurang dari 2500 gram

Oleh sebab itulah, Anda perlu memonitoring perkembangannya dengan lebih cermat sejak anak berusia dini.

Jika anak Anda sudah memasuki usia bayi maka akan ada beberapa penyebab yang harus diwaspadai dan juga harus dilakukan suatu usaha dalam hal pencegahannya. Jika perlu, Anda bisa melakukan terapi autis dan juga melakukan suatu intervensi dini jika sudah dicurigai adanya suatu gejala ciri anak autis atau juga adanya suatu gangguan yang terjadi pada perkembangan anak. Adapun beberapa jenis tindakan dalam hal pencegahan yang bisa dilakukan adalah :

  1. Mengamati masalah gangguan pada seluan pencernaan anak Anda sejak lahir. Gangguan ini biasanya adalah susah buang air besar, buang air besar yang sering, muntah, perut kembung, rewel, cegukan, dan sering buang angin

Penyebab dari keluhan tersebut biasanya diakibatkan karena masalah alergi pada makanan. Jalan yang paling baik untuk mengatasi hal ini adalah dengan menghindari jenis makanan yang bisa mengakibatkan penyebab dari hal ini bisa terjadi. Gangguan yang terjadi di saluran pencernaan dengan waktu yang lama akan membuat fungsi otak anak terpengaruh dan akan mempengaruhi perkembangan anak.

Pencegahan Anak Autis Sejak Persalinan


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Vitamin Otak, Bagus Untuk Perkembangan Anak Autis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Terapi Autis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *