Autis Dan Penanganannya

Autis Dan Penanganannya  – Dampak TV memang sangat dahsyat. Bisa dibayangkan dampaknya terhadap anak-anak yang masih polos. Selain itu, berbagai zat kimia yang terdapat dalam makanan modern (pengawet, pewarna, dll) dicurigai menjadi penyebab autis pada beberapa kasus. Ketika zat-zat tersebut dihilangkan dari makanan para penderita autis, banyak yang kemudian mengalami peningkatan situasi secara drastis.

Autis Dan Penanganannya

Autis Dan Penanganannya

Penyebab Anak Autis

Faktor genetika diduga juga merupakan awal dari penyebab autis ; autisme juga diturunkan oleh orang tua pada anak-anaknya. Dugaan lainnya, anak-anak yang lahir dari ayah yang sudah berusia lanjut memiliki resiko lebih besar untuk menderita autisme, walaupun sang ayah normal. Secara ringkas, gaya hidup modern memang sangat beresiko meningkatkan kasus autisme.

Memiliki anak yang menderita autisme memang berat. Anak penderita autis seperti seorang yang kerasukan setan. Selain tidak mampu bersoalisasi, penderita juga tidak dapatmengendalikan emosinya. Kadang tertawa terbahak-bahak, kadang marah tak terkendali. Ia tidak mampu mengendalikan dirinya dan sering melakukan gerakan-gerakan aneh berulang-ulang. Ia juga punya ritual sendiri yang ia lakukan pada saat atau kondisi tertentu. Hal ini mendorong para peneliti untuk mencari cara yang tepat untuk mengatasi fenonema ini. Bidang-bidang yang menadi fokus utama mereka kerusakan secara neurologis dan ketidakseimbangan dalam otak yang bersifat biokimia.

Menurut para ahli dan praktisi di bidang autisme, gangguan autisme tidak disebabkan oleh faktor-faktor yang bersifat psikologis, misalnya karena orang tua tidak menginginkan anak ketika hamil.

Terapi Autis

Beberapa jenis terapi autis bersifat tradisional dan telah teruji dari waktu ke waktu, sementara teapi lainnya mungkin baru saja muncul. Tidak seperti gangguan oerkembangan lainnya, tidak banyak petunjuk terapi yang telah dipublikasikan apalagi prosedur standar dalam menangani autisme. Namun, terapi harus dimulai sejak awal dan harus diarahkan pada hambatan maupun keterlambatan yang secara umum dimiliki anak autis, misalnya komunikasi dan persoalan-persoalan perilaku.

Terapi autis yang komphrehensif meliputi :

  • terapi wicara (speech therapy)
  • okupasi terapi (occupational therapy)
  • dan apllied behavior analysis untuk mengubah serta memodifikasi perilaku.

Beberapa ciri anak autis dan perilaku yang harus diwaspadai dan dievaluasi lebih lanjut : anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan, anak tidak memperlihatkan kemampuan gestrual (menunjuk, melambai, dan menggenggam) hingga usia 12 bulan, anak tidak mengucapkan sepatah katapun hingga usia 16 bulan, anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan diusia 24 bulan, serta anak tidak mampu berbahasa dan berinteraksi pada usia tertentu. Kalaupun anak bisa mengeluarkan kata-kata, ucapannya sulit dimengerti orang lain. Kalaupun ia berbicara tidak digunakan untuk berkomunikasi. Tidak mengerti dan tidak mengeluarkan kata-kata dalam konteks yang sesuai.

Autis dan Penanganannya

Autis dan penanganannya bisa dilakukan dengan beberapa cara dibawah ini :

  1. ABA (Applied Behavioral Analysis)
    Autis dan penangannya dengan cara ini sudah lama dipakai, dan sudah dilakukan suatu penelitian yang didesain khusu untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus. Sistem dari terapi autis yang dipakai adalah dengan memberikan suatu pelatihan khusus untuk anak dengan cara memberikan suatu positive reinforcement atau sebuah hadiah dan pujian. Jenis terapi ini biasanya diukur berdasarkan kemajuannya. Saat ini di Indonesia, terapi ini merupakan terapi yang paling sering digunakan.
  2. Terapi wicara
    Autis dan penangannya dengan melakukan terapi autis seperti terapi wicara. Karena hampir pada semua anak autis mempunyai masalah dalam hal berbicara dan dalam hal berkomunikasi. Hal ini merupakan salah satu gejala autis yang paling lebih banyak muncul, banyak para penderita autis yang non verbal atau dengan kasus kemampuan bicara anak yang agak kurang. Selain itu, kadang juga bicaranya bisa lumatan berkembang namun mereka tidak mampu untuk bisa menggunakan kata-katanya untuk melakukan interaksi dengan oral lain.
  3. Terapi okupasi
    Autis dan penanganannya yang selanjutnya adalah dengan melakukan terapi okupasi. Terapi okupasi ini dilakan untuk anak yang mengalami keterlambatan motorik halis gerak gerik dari anak tersebut kaku dan menjadi kasar misalnya adalah mereka mengalami suatu kesulitan dalam memegang pensil dengan cara yang benar. Misalnya adalah mereka mempunyai masalah memegang sendok atau memasukkan makanan ke dalamnya. Tujuan dari terapi okupasi ini adalah untuk membantu melatih penggunaan dari otot-otot halus tersebut dengan cara yang benar.
  4. Terapi fisik
    Autis disebabkan karena adanya suatu perkembangan yang terjadi dengan privasif. Banyak dari beberapa individu autis yang mempunyai masalah dengan gangguan perkembangan dalam motorik kasar yang mereka miliki. Kadang juga otot tonus lembek sehingga jalan anak menjadi kurang lincah dan kurang kuat. Keseimbangan dari tubuh juga menjadi kurang bagus. Fisioterapi dan juga terapi pada integrasi biasanya akan menjadi sangat menolong dalam membantu menguatkan otot-otot mereka dan selain itu juga membantu memperbaiki keseimbangan yang terjadi pada tubuh.
  5. Terapi sosial
    Terapi autis selanjutnya adalah dengan melakukan terapi sosial. Kekurangan yang biasanya paling mendasar untuk mereka penderita autis adalah untuk bidang komunikasi serta bidang interaksi dengan orang lain. Banyak anak-anak autis yang membutuhkan penanganan dalam hal berkomunikasi dari 2 arah, membuat teman dan juga teman main bersama pada tempat bermain. Seseorang terapi sosial akan membantu dengan cara memberikan suatu fasilitas untuk mereka yang bergaul dan bersosialisasi dengan teman-teman sebaya dan kemudian mengajari cara-caranya.

Autis Dan Penanganannya


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Vitamin Otak, Bagus Untuk Perkembangan Anak Autis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Terapi Autis and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *